MALANG Musim bediding—fenomena cuaca yang membuat siang panas menyengat namun malam dan pagi terasa lebih dingin—bukan sekadar topik obrolan. Bagi kulit, perubahan suhu dan kelembapan ini bisa berarti kehilangan lapisan pelindung alami, memicu kekeringan, kemerahan, bahkan iritasi. Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.DV, Subsp. DT, MMRS, dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, membagikan langkah praktis merawat kulit agar tetap sehat sepanjang musim bediding.

“Perubahan kelembapan udara menyebabkan penguapan air dari kulit meningkat. Jika tidak diatasi, skin barrier bisa terganggu sehingga kulit jadi mudah kering, gatal, dan sensitif,” ujar Dr. Dhelya. “Perawatan yang tepat sebenarnya sederhana, tetapi butuh konsistensi.”

Kenali dampak musim bediding pada kulit

Saat udara kering, lapisan kulit kehilangan kelembapan lebih cepat. Gejala yang umum muncul: rasa tertarik, kasar, gatal, kusam, hingga pecah-pecah pada kasus berat. Area-area seperti siku, lutut, tumit, bibir, dan tangan sering lebih cepat mengalami masalah karena kelenjar minyak yang lebih sedikit atau paparan langsung terhadap aktivitas sehari-hari.

Menurut Dr. Dhelya, “Kulit adalah garis pertahanan pertama tubuh; merawatnya berarti melindungi fungsi tubuh secara keseluruhan, bukan sekadar estetika.”

Panduan perawatan harian ala Dr. Dhelya

  • Perhatikan cara mandi dan membersihkan kulit
  • Gunakan air hangat suam-suam kuku
  • hindari mandi dengan air terlalu panas.
  • Dr. Dhelya menekankan, “Air panas menghilangkan minyak alami kulit yang menjaga kelembapan.”
  • Pilih sabun atau pembersih yang lembut, bebas deterjen keras, dan mengandung bahan pencegah iritasi. Untuk wajah, pilih pembersih berbusa ringan atau micellar water sesuai tipe kulit.
  • Jaga kelembapan kulit tubuh
  • Segera oleskan body lotion saat kulit masih sedikit lembap setelah mengeringkan tubuh. Ini membantu mengunci air di dalam kulit.
  • Untuk malam hari atau kulit sangat kering, gunakan body butter atau campuran body oil untuk daya tahan kelembapan yang lebih lama.
  • Rawat area rentan (siku, lutut, tumit) dengan olesan petroleum jelly atau produk emolien sebelum tidur.
  • Sesuaikan rutinitas skincare wajah
  • Gunakan pelembap yang mengandung humektan (mis. Hyaluronic Acid, Glycerin) untuk menarik air, serta barrier-repairing agents (mis. Ceramide, Panthenol).
  • Kurangi frekuensi eksfoliasi keras; batasi penggunaan AHA/BHA atau scrub jika kulit menunjukkan tanda sensitif. Dr. Dhelya menyarankan, “Eksfoliasi yang berlebihan saat kulit kering malah memperparah gangguan barrier.”
  • Tetap pakai sunscreen di siang hari. Meskipun suhu turun, radiasi UV tetap ada dan dapat memperburuk kondisi kulit.
  • Perhatikan area sensitif, Bibir: tidak punya kelenjar minyak, sehingga sangat rentan kering dan pecah-pecah. Hindari menjilat bibir; gunakan lip balm berformula melembapkan secara rutin., Tangan: sering dicuci membuatnya kehilangan kelembapan lebih cepat. Oleskan hand cream setelah mencuci, dan bila perlu gunakan sarung tangan saat beraktivitas di luar atau saat tidur untuk membantu produk menyerap.

Praktik tambahan yang membantu

Gunakan humidifier di kamar jika kelembapan ruangan sangat rendah, terutama saat tidur.
Pilih pakaian dari bahan lembut seperti katun; hindari kain kasar yang mengiritasi kulit.

Minum cukup air dan konsumsi makanan kaya asam lemak esensial (mis. ikan berlemak, kacang-kacangan) untuk mendukung kelembapan kulit dari dalam.

Ringkasan tips cepat dari dokter

  • Hindari mandi dengan air terlalu panas.
  • Pilih sabun yang lembut.
  • Segera pakai body lotion setelah mandi.
  • Gunakan pelembap intensif di malam hari.
  • Rawat area paling rentan kering (siku, lutut, tumit, bibir, tangan).
  • Gunakan pelembap dengan kandungan humektan dan barrier-repair (Hyaluronic Acid, Glycerin, Ceramide).
  • Kurangi eksfoliasi berlebihan.
  • Tetap pakai sunscreen di siang hari.
  • Cegah bibir pecah-pecah dengan lip balm.
  • Rawat tangan dengan hand cream setelah mencuci.

“Musim bediding memang normal, tetapi berdampak nyata pada kulit. Jangan tunggu sampai muncul iritasi parah—mulai adaptasi perawatan sejak awal. Langkah sederhana dan konsisten akan menjaga fungsi pelindung kulit dan kenyamanan sehari-hari,” kata Dr. Dhelya.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, musim bediding tak perlu lagi jadi momok untuk kulit. Mulai dari kebiasaan mandi hingga pilihan pelembap, penyesuaian kecil dapat memberi perlindungan besar—agar Anda tetap nyaman dan kulit tetap sehat sepanjang musim. (*)

Sumber: TIMES Indonesia

 

Leave a comment