Malang Jerawat sering dianggap sebagai masalah remaja. Padahal, banyak orang tetap berjerawat saat usia dewasa, bahkan ada yang baru mengalami jerawat setelah melewati masa remaja.

Kondisi ini bisa membuat frustrasi karena sering muncul berulang dan lebih sulit hilang.

Jerawat di usia dewasa bukan berarti wajah kurang bersih. Jerawat dapat muncul karena banyak faktor, seperti produksi minyak berlebih, pori-pori tersumbat, peradangan kulit, perubahan hormon, stres, kurang tidur, makanan tertentu, atau penggunaan skincare dan makeup yang tidak sesuai.

Pada perempuan, jerawat dewasa sering berkaitan dengan perubahan hormon. Misalnya jerawat yang muncul menjelang menstruasi, sering muncul di area dagu dan rahang, atau disertai haid tidak teratur.

Namun, tidak semua jerawat dewasa pasti disebabkan oleh hormon. Karena itu, penyebabnya perlu dilihat dari pola jerawat, riwayat kulit, gaya hidup, dan produk yang digunakan sehari-hari.

Penyebab yang Sering Berperan

  1. Perubahan hormon:  Jerawat dapat memburuk menjelang menstruasi atau pada kondisi hormon tertentu.
  2. Stres dan kurang tidur: Stres dapat memengaruhi kondisi kulit dan membuat jerawat lebih mudah kambuh.
  3. Skincare atau makeup yang tidak cocok: Produk yang terlalu berat atau menyumbat pori dapat memicu jerawat.
  4. Sering menyentuh atau memencet wajah: Kebiasaan ini dapat memperparah peradangan.
  5. Makanan tinggi gula pada sebagian orang: Pada beberapa orang, makanan manis atau tinggi karbohidrat sederhana dapat memperburuk jerawat.
  6. Riwayat keluarga: Jika orang tua atau saudara memiliki riwayat jerawat, risiko jerawat menetap hingga dewasa bisa lebih tinggi.

Langkah yang Bisa Dilakukan

  1. Gunakan skincare dasar yang sederhana. Cukup mulai dari pembersih lembut, pelembap ringan, dan sunscreen.
  2. Pilih produk nonkomedogenik. Produk dengan label nonkomedogenik cenderung lebih aman untuk kulit mudah berjerawat.
  3. Jangan terlalu sering ganti produk. Kulit membutuhkan waktu untuk menilai apakah suatu produk cocok atau tidak.
  4. Hindari memencet jerawat. Memencet jerawat dapat memperparah radang dan meningkatkan risiko bekas.
  5. Perhatikan pola jerawat. Catat apakah jerawat memburuk menjelang haid, setelah memakai produk tertentu, atau saat stress.
  6. Konsultasi bila jerawat sering kambuh. Jerawat dewasa sering membutuhkan terapi yang lebih terarah, bukan hanya skincare biasa.

Kapan Harus Konsultasi?

  1. Jerawat muncul mendadak saat usia dewasa.
  2. Jerawat sering muncul di dagu, rahang, atau leher.
  3. Jerawat memburuk menjelang menstruasi.
  4. Haid tidak teratur.
  5. Jerawat terasa nyeri, besar, atau bernanah.
  6. Jerawat meninggalkan noda berat atau bopeng.
  7. Sudah mencoba skincare tetapi tidak membaik.

Pesan dari Dokter Dhelya:

Jerawat dewasa bukan tanda kurang menjaga kebersihan. Penyebabnya bisa melibatkan hormon, stres, gaya hidup, dan produk yang tidak sesuai.

Jangan hanya mengikuti produk viral. Bila jerawat sering kambuh atau meninggalkan bekas, sebaiknya konsultasikan agar terapi lebih tepat. (*)

Sumber: TIMES Indonesia

Leave a comment