Malang – Retinol adalah salah satu kandungan skincare yang sering dibicarakan.
Banyak orang menggunakannya untuk membantu mengatasi jerawat, komedo, tekstur kulit kasar, noda bekas jerawat, atau tanda penuaan dini.
Namun, retinol bukan produk yang wajib dipakai semua orang. Bagi sebagian orang, retinol memang dapat membantu memperbaiki kondisi kulit.
Namun, bila digunakan terlalu sering atau tidak sesuai kondisi kulit, retinol justru dapat membuat kulit kering, perih, kemerahan, mengelupas, dan terasa lebih sensitif.
Karena itu, sebelum memakai retinol, penting untuk memahami apakah kulit memang membutuhkannya dan bagaimana cara menggunakannya dengan aman.
Kapan Retinol Bisa Dipertimbangkan?
- Komedo sering muncul: Retinol dapat membantu mengurangi sumbatan pada pori-pori.
- Jerawat ringan sering kambuh: Pada beberapa kondisi, retinol dapat membantu mencegah jerawat baru.
- Tekstur kulit terasa kasar: Retinol dapat membantu pergantian sel kulit sehingga kulit tampak lebih halus secara bertahap.
- Ada noda bekas jerawat: Retinol dapat membantu proses perbaikan kulit, tetapi hasilnya tidak instan.
- Mulai muncul tanda penuaan dini: Misalnya garis halus atau kulit tampak kurang halus, terutama bila disertai pemakaian sunscreen yang rutin.
Cara Aman Memulai Retinol
- Gunakan malam hari. Retinol lebih baik digunakan malam hari.
- Mulai pelan-pelan. Gunakan 2–3 kali seminggu terlebih dahulu. Jangan langsung setiap malam.
- Gunakan sedikit saja. Cukup seukuran kacang polong untuk seluruh wajah.
- Pakai pelembap. Pelembap membantu mengurangi rasa kering dan perih.
- Jangan digabung dengan terlalu banyak bahan aktif. Hindari memakai retinol bersamaan dengan scrub, peeling, atau eksfoliasi berlebihan.
- Wajib sunscreen pagi hari. Kulit yang menggunakan retinol perlu dilindungi dari sinar matahari.
Siapa yang Harus Berhati-hati dengan Retinol?
- Ibu hamil atau sedang program hamil. Retinol sebaiknya dihindari selama hamil dan saat merencanakan kehamilan.
- Kulit sangat sensitif. Bila kulit mudah merah, perih, atau terasa terbakar, retinol perlu digunakan sangat hati-hati.
- Kulit sedang iritasi. Jika kulit sedang mengelupas, perih, atau kemerahan, tunda dulu penggunaan retinol.
- Punya eksim atau dermatitis yang sedang kambuh. Retinol dapat memperberat rasa perih dan kering pada kulit yang sedang meradang.
- Baru menjalani tindakan kulit. Setelah peeling, laser, atau tindakan perawatan tertentu, penggunaan retinol perlu mengikuti arahan dokter.
Kapan Perlu ke Dokter?
- Kulit terasa terbakar setelah memakai retinol.
- Kulit mengelupas berat atau perih terus-menerus.
- Jerawat justru semakin meradang.
- Ingin memakai retinol saat hamil, menyusui, atau program hamil.
- Bingung memilih retinol yang sesuai dengan kondisi kulit.
Pesan Dokter Dhelya:
Retinol bisa bermanfaat, tetapi bukan skincare wajib untuk semua orang.
Gunakan perlahan dan jangan dicampur dengan terlalu banyak bahan aktif. Bila kulit menjadi perih, merah, atau mengelupas berat, hentikan sementara dan konsultasikan ke dokter. (*)
Sumber: TIMES Indonesia