Malang – Pernah merasa wajah sudah dicuci, tapi masih terasa lengket atau kusam? Bisa jadi bukan karena skincare kamu kurang mahal, tapi karena cara membersihkannya belum sesuai kebutuhan kulit.
Salah satu tren yang sering dibahas adalah double cleansing, yaitu membersihkan wajah dalam dua tahap.
Tahap pertama biasanya menggunakan pembersih berbasis minyak, cleansing balm, atau micellar water untuk mengangkat makeup, sunscreen, minyak, dan kotoran yang menempel.
Tahap kedua menggunakan facial wash untuk membersihkan sisa residu dan kotoran yang larut air.
Secara prinsip, membersihkan wajah memang penting. Kotoran, sebum, polusi, dan sisa produk yang menumpuk dapat memperberat sumbatan pori dan memengaruhi kondisi kulit, terutama pada kulit berminyak atau mudah berjerawat.
Namun, pembersihan yang terlalu agresif juga dapat mengganggu skin barrier.
Surfaktan dalam cleanser dapat memengaruhi pH kulit dan merusak barrier bila formulanya terlalu keras atau digunakan berlebihan.
Karena itu, cleanser yang dianjurkan adalah yang lembut, tidak mengiritasi, mudah dibilas, dan sesuai tipe kulit.
Jadi, apakah double cleansing harus dilakukan setiap hari? Jawabannya tidak selalu.
Double cleansing lebih disarankan bila kamu memakai sunscreen tebal atau water-resistant, makeup, banyak beraktivitas di luar ruangan, mudah berkeringat, atau tinggal di lingkungan berpolusi.
Pada kondisi ini, pembersihan satu tahap kadang kurang optimal untuk mengangkat lapisan produk dan kotoran yang menempel.
Sebaliknya, bila aktivitas hanya ringan, tidak memakai makeup, dan sunscreen yang digunakan mudah dibersihkan, satu kali mencuci wajah dengan cleanser lembut bisa cukup.
Terutama pada kulit kering, sensitif, atau sedang iritasi, double cleansing setiap hari justru bisa membuat kulit terasa tertarik, perih, kemerahan, atau semakin kering.
Yang penting bukan sekadar “dua kali membersihkan”, tetapi membersihkan dengan tepat tanpa merusak barrier kulit.
Studi mengenai cleanser menunjukkan bahwa pembersih yang lembut dan soap-free dapat membantu mengangkat kotoran dengan tolerabilitas yang baik, sedangkan cleanser yang terlalu keras berisiko memperburuk kekeringan dan iritasi.
Tips Aman Double Cleansing
Gunakan first cleanser yang mudah teremulsi dan tidak meninggalkan rasa berat. Lanjutkan dengan facial wash lembut, bukan yang membuat wajah terasa ]kesat banget’.
Setelah itu, segera gunakan moisturizer untuk membantu menjaga hidrasi kulit.
Bila kulit terasa perih, kering, mengelupas, atau jerawat makin meradang setelah double cleansing, frekuensinya perlu dikurangi.
Pesan Dokter Dhelya
Double cleansing bukan sekadar tren, tetapi juga bukan kewajiban untuk semua orang. Lakukan bila memang ada banyak produk atau kotoran yang perlu dibersihkan.
Untuk kulit sensitif atau aktivitas ringan, cleansing sederhana dengan produk yang tepat bisa lebih aman. (*)
Sumber: TIMES Indonesia