MALANG – Kesehatan dan kecantikan kulit kerap memicu perdebatan: apakah yang lebih berperan adalah rutinitas skincare atau asupan nutrisi?
Menurut Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.DVE, Subsp. DT, MMRS, jawabannya tidak hitam-putih.
“Nutrisi dan skincare bukanlah pilihan yang saling meniadakan. Keduanya bekerja pada level berbeda namun saling melengkapi,” ujar Dr. Dhelya.
Nutrisi: fondasi yang membangun dari dalam
Kulit adalah organ yang terus beregenerasi. Pembentukan sel kulit baru membutuhkan bahan baku yang datang dari makanan dan minuman kita.
“Asupan protein, vitamin C, zinc, serta antioksidan dari buah dan sayuran sangat krusial untuk produksi kolagen dan perlindungan sel,” kata Dr. Dhelya.
Ia menambahkan bahwa kecukupan cairan dan asupan lemak sehat—seperti omega-3—membantu menjaga lapisan pelindung kulit sehingga kelembapan terjaga.
Secara ringkas fungsi nutrisi:
- Menyediakan bahan baku pembentukan sel dan kolagen.
- Melindungi sel kulit dari kerusakan oksidatif lewat antioksidan.
- Menunjang kelembapan dan fungsi barrier melalui cairan dan lemak sehat.
Skincare: perlindungan langsung dari luar
Sementara itu, kulit sehari-hari terpapar sinar UV, polusi, debu, dan mikroba—faktor yang tidak cukup diatasi hanya lewat pola makan. Skincare memberikan pelindungan dan perbaikan permukaan kulit.
“Contoh paling sederhana: sunscreen melindungi dari UV yang mempercepat penuaan dan memicu hiperpigmentasi. Pelembap menjaga kadar air lapisan terluar kulit,” jelas Dr. Dhelya.
Kandungan aktif dalam produk skincare juga berperan memperbaiki masalah yang sudah muncul, misalnya:
- Asam salisilat untuk jerawat,
- Retinol untuk memperbaiki tekstur dan tanda penuaan,
- Niacinamide untuk mengurangi kemerahan dan hiperpigmentasi,
- Ceramide untuk memperkuat skin barrier.

Memahami Perbedaan Peranan
Untuk memudahkan, Dr. Dhelya menggarisbawahi tiga perbedaan utama:
- Fungsi: nutrisi membangun dari dalam; skincare melindungi dan memperbaiki dari luar.
- Cara kerja: nutrisi bekerja sistemik—dicerna, masuk darah, didistribusikan ke kulit; skincare bekerja topikal—fokus pada area tertentu.
- Manfaat jangka panjang: nutrisi memastikan sel kulit baru tumbuh sehat; skincare mencegah kerusakan lingkungan pada sel-sel tersebut.
“Tanpa nutrisi yang memadai, sel kulit baru tidak akan optimal. Tanpa perlindungan skincare, sel sehat itu tetap berisiko rusak akibat lingkungan,” kata Dr. Dhelya.
Karena itu, mengandalkan hanya satu pendekatan sering memberi hasil yang kurang maksimal.
Praktik yang seimbang: kombinasi keduanya
Dr. Dhelya menyarankan pendekatan holistik: bangun kebiasaan sehat dari dua arah—dari dalam dan luar.
Ia menekankan bahwa tidak ada produk ajaib atau makanan tunggal yang menggantikan kebiasaan konsisten.
Rekomendasi praktis dari Dr. Dhelya
- Konsumsi makanan bergizi seimbang, kaya protein, vitamin C, zinc, dan antioksidan.
- Pastikan kecukupan cairan dan sertakan sumber lemak sehat (mis. ikan berlemak, kacang, biji-bijian).
- Gunakan sunscreen setiap hari, meski cuaca mendung.
- Pilih produk skincare sesuai kebutuhan kulit; jangan gunakan bahan aktif berlebihan tanpa pengawasan.
- Konsistensi lebih penting daripada produk mahal.
Kesimpulan singkat
Nutrisi dan skincare sama-sama penting: nutrisi menyiapkan kulit sehat dari dalam; skincare melindungi dan merawat dari luar.
Untuk kulit yang sehat dan tahan lama diperlukan keseimbangan keduanya, ditopang kebiasaan sehari-hari yang konsisten.
Tips singkat dari dokter Dhelya
- Makan makanan bergizi seimbang.
- Gunakan skincare sesuai kebutuhan.
- Konsisten merawat kulit dari dalam dan luar.
Sumber: TIMES Indonesia