MALANG Ketika berbicara tentang rahasia awet muda, banyak orang langsung mengaitkannya dengan skincare, perawatan laser, hingga prosedur estetika modern. Padahal, menurut dokter spesialis kulit, pendekatan anti-aging tidak bisa hanya bergantung pada perawatan dari luar.

Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.DVE, Subsp. DT, MMRS, mengungkapkan bahwa gaya hidup aktif justru memegang peran besar dalam menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh.

“Banyak pasien saya sangat disiplin menggunakan skincare, tetapi kurang memperhatikan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Padahal, kulit adalah cerminan kondisi tubuh dari dalam,” ujar dr. Dhelya.

Ia menjelaskan bahwa berbagai faktor internal seperti aliran darah, kualitas tidur, keseimbangan hormon, hingga tingkat stres turut memengaruhi proses penuaan kulit.

Secara alami, penuaan terjadi seiring bertambahnya usia. Produksi kolagen dan elastin menurun, regenerasi sel melambat, dan kulit kehilangan kelembapan serta kekenyalannya.

Namun, faktor eksternal seperti paparan sinar matahari, polusi, pola makan yang buruk, kurang tidur, hingga stres berkepanjangan dapat mempercepat proses tersebut.

“Tidak jarang kita melihat seseorang yang secara usia masih muda, tetapi tampak lebih tua karena faktor gaya hidup,” jelasnya.

Salah satu aktivitas yang dinilai efektif membantu memperlambat penuaan adalah olahraga tenis. Tidak sekadar aktivitas fisik, tenis melibatkan koordinasi, refleks, kekuatan otot, hingga konsentrasi.

Menurut dr. Dhelya, olahraga ini memberikan manfaat menyeluruh bagi tubuh sekaligus kulit.

“Tenis membantu meningkatkan sirkulasi darah, sehingga oksigen dan nutrisi dapat tersalurkan lebih optimal ke jaringan kulit. Ini yang membuat kulit tampak lebih segar secara alami,” katanya.

Selain itu, aktivitas fisik seperti tenis juga membantu menekan peradangan dalam tubuh dan memperbaiki proses regenerasi sel, termasuk sel kulit.

Tidak hanya dari sisi fisik, tenis juga memiliki manfaat psikologis. Aktivitas ini mampu membantu mengurangi stres yang menjadi salah satu pemicu utama penuaan dini.

“Stres kronis meningkatkan hormon kortisol yang bisa mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan seperti kulit kusam, jerawat, dan garis halus,” ungkap dr. Dhelya.

Dengan adanya unsur rekreasi dan interaksi sosial, tenis dinilai mampu memperbaiki suasana hati sekaligus menjaga keseimbangan mental.

Awet muda tidak hanya terlihat dari wajah, tetapi juga dari postur tubuh dan cara seseorang bergerak. Tenis membantu melatih keseimbangan, kekuatan otot, serta kelincahan tubuh secara keseluruhan.

“Postur yang baik dan tubuh yang aktif juga memberi kesan lebih muda dan bugar,” tambahnya.

Meski bermanfaat, tenis yang umumnya dilakukan di luar ruangan juga memiliki risiko paparan sinar ultraviolet yang dapat mempercepat penuaan kulit.

Paparan sinar UV berlebih dapat menyebabkan flek hitam, kulit kendur, hingga munculnya garis halus lebih cepat.

Karena itu, dr. Dhelya menekankan pentingnya perlindungan kulit saat berolahraga di luar ruangan.

“Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 yang melindungi dari UVA dan UVB, serta aplikasikan ulang setiap 2–3 jam, terutama saat banyak berkeringat,” sarannya.

Pada akhirnya, menjaga kulit tetap sehat dan tampak muda memerlukan pendekatan yang menyeluruh.

“Skincare membantu dari luar, tetapi gaya hidup aktif, pola makan sehat, tidur cukup, dan pengelolaan stres adalah fondasi utamanya,” tegas dr. Dhelya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk mulai melihat olahraga, termasuk tenis, sebagai bagian dari investasi kesehatan jangka panjang, bukan sekadar aktivitas rekreasi.

Untuk mendapatkan manfaat optimal, berikut beberapa tips dan saran  dr. Dhelya:

  • Bermain tenis 2–4 kali per minggu sesuai kondisi fisik
  • Lakukan pemanasan dan pendinginan
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh
  • Konsumsi makanan kaya antioksidan
  • Tidur cukup dan kelola stres

Sebagai informasi, Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.DVE, Subsp. DT, MMRS merupakan dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika yang aktif mengedukasi masyarakat tentang kesehatan kulit serta pentingnya gaya hidup sehat secara holistik. (*)

Sumber: TIMES Indonesia

 

Leave a comment